Universitas Citra Bangsa Utus 135 Mahasiswa ke 30 Desa Se Daratan Timor
Universitas Citra Bangsa (UCB) kembali mengikuti KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 Tahun 2026 (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan). Kali ini mereka menurunkan 135 orang Mahasiswa dari tiga program studi yaitu prodi Ners, Farmasi dan S1 Kebidanan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) UCB Vinsensius Belawa Lemaking SKM.,M.Kes Senin (13/07/2026). “Ini adalah tahun kedua kita terlibat dan kali ini kita menurunkan cukup banyak mahasiswa yaitu 135 orang. Mereka bergabung dengan perguruan tinggi lainnya se NTT dan turun ke 4 Kabupaten dan 30 Desa sedaratan pulau Timor ini”. Jelas Making. KKN tematik Gentaskin sendiri adalah program kolaboratif yang melibatkan 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari 9 Juli hingga 31 Agustus 2026 di 100 desa yang tersebar di 13 kabupaten wilayah NTT. Tema Utama: Penuntasan stunting, kemiskinan, serta peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Lokasi Penempatan: Wilayah daratan Timor, Flores, Sumba, dan Alor. Peserta: Didampingi oleh 100 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Target Dampak: Mahasiswa diharapkan menghadirkan inovasi dan program kerja aplikatif untuk memecahkan masalah di tingkat desa
Dalam laporan resminya, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., MM., mengungkapkan bahwa KKN Tematik Gentaskin Batch II ini merupakan program strategis yang bertujuan mengintegrasikan bidang pendidikan tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis penyelesaian masalah prioritas daerah. “Fokus utama program tahun ini adalah percepatan penurunan angka stunting, pengurangan kemiskinan ekstrem, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan tata kelola desa,” ujar Prof. Adrianus.
Mitra Strategis: Didukung penuh oleh Gubernur NTT, 13 Bupati, Bank Indonesia, UNICEF, Bank Dunia, dunia usaha/industri, serta berbagai pemangku kepentingan (pentahelix). Sejumlah kampus di NTT tercatat menyumbang kontribusi mahasiswa terbesar, di antaranya Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Citra Bangsa, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Timor, STIKOM Uyelindo, STIKES Maranatha Kupang, Institut Pendidikan Soe, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang, dan puluhan sekolah tinggi lainnya di daratan Flores, Alor, hingga Sumba.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberikan arahan tegas sekaligus memotivasi para mahasiswa agar membawa perubahan nyata di lokasi KKN. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang saintifik dalam memetakan dan menyelesaikan carut-marut persoalan daerah. “Kami berharap agar seluruh masalah di NTT didekati dengan cara yang lebih saintifik dan ilmiah. Kita harus mulai bergeser dari pendekatan berbasis perasaan dalam menyelesaikan masalah, termasuk dalam mengelola SDM. Perasaan itu disimpan untuk pasangan saja, kalau urusan menyelesaikan masalah NTT, simpan dulu,” seloroh Melki yang disambut senyum hadirin. Gubernur optimis bahwa kehadiran para profesor, doktor, dosen pembimbing, serta ribuan mahasiswa ini mampu mengategorikan masalah daerah secara objektif guna menemukan solusi yang tepat sasaran.