Tingkatkan Kualitas SDM Pemkab Sumba Timur Gandeng UCB
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani dan Rektor UCB Kupang, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes., bertempat di kantor Bupati Sumba Timur, Senin (5/10/2026).
Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur atas sambutan dan kepercayaan yang diberikan kepada UCB.
Dalam sambutannya, Prof. Frans memperkenalkan rekam jejak serta perkembangan pesat UCB yang kini membina sekitar 8.460 mahasiswa di lima fakultas, termasuk Fakultas Ilmu Kesehatan, FKIP, Teknik, Bisnis dan Pariwisata, hingga Fakultas Kedokteran.
Prof. Frans menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari kemitraan ini adalah pembukaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumba Timur.
Program ini memberikan kesempatan kepada ASN berlatar belakang D3 Perawat, D3 Kebidanan, maupun D3 Farmasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1), Profesi Ners, Bidan, hingga Apoteker melalui metode pembelajaran gabungan (hybrid learning).
"Sistem hybrid ini memungkinkan para ASN untuk tetap menjalankan tugas pelayanan publik tanpa harus meninggalkan daerahnya, karena perkuliahan dilakukan secara daring dan tatap muka berkala di Waingapu. Untuk penguatan keterampilan klinis, mereka tetap akan mengikuti praktik laboratorium terpadu di Kampus UCB Kupang," ujar Prof. Frans.
Ia menambahkan bahwa UCB yang telah mengantongi akreditasi 'Baik Sekali' siap mendukung kebijakan Pemkab Sumba Timur dalam peningkatan kompetensi aparatur.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani menyambut baik dan menyatakan bahwa kehadiran UCB sebagai mitra strategis sangat krusial dalam membantu mengatasi berbagai tantangan pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
"Kabupaten Sumba Timur memiliki tantangan seperti penanganan stunting serta peningkatan literasi dan numerasi. Tantangan ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi, salah satunya dengan perguruan tinggi yang memiliki keahlian dalam melakukan analisis saintifik," kata Yonathan Hani.
Yonathan menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak sebatas seremoni atau pemenuhan kuota mahasiswa semata, tetapi meluas pada riset dan penelitian bersama yang dapat dijadikan rujukan ilmiah bagi Pemkab Sumba Timur dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembentukan superteam di birokrasi Sumba Timur yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan karakter kepemimpinan.
Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Sekolah SMA/SMK, serta jajaran pimpinan Universitas Citra Bangsa dan Yayasan Citra Bina Mandiri. Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam mempercepat peningkatan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Sumba Timur. (*)