Senator Paul Liyanto Minta Guru Sebarkan Ideologi Pancasila Ke Peserta Didik
Senator asal NTT Abraham Paul Liyanto meminta para guru untuk menyebarkan ideologi Pancasila ke peserta didik.
Hal itu disampaikan anggota DPD RI asal NTT Abraham Paul Liyanto saat sosialisasi 4 Pilar MPR RI ke 60 guru dan pengurus PGRI Kota Kupang di aula lantai IV kampus Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Selasa (15/9/2026).
Menurut Paul, guru harus menyerap materi sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan baik dan menularkannya kembali ke peserta didik di sekolah masing-masing.
Paul mengajak guru untuk memperbarui cara mengajar. Era indoktrinasi atau dikte ala Orde Baru harus ditinggalkan dan digantikan dengan pendekatan bernalar yang masuk akal sehat agar peserta didik dilatih untuk berpikir.
Menurut Paul pada masa Orde Baru pemahaman kebangsaan dikelola oleh BP7 dengan nama P4, kini dikonsepkan menjadi 4 Pilar MPR RI (diinisiasi oleh alm. Taufiq Kiemas) agar lebih sederhana dan mudah diingat.
Dibatasi menjadi 4 pilar agar fokus dan tidak membingungkan, khususnya bagi para pendidik dalam menerapkannya di sekolah.
Pada kesempatan yang Paul memaparkan terkait dengan sejarah lahirnya Pancasila di Ende Provinsi NTT kemudian menjalani beberapa kali perubahan hingga dengan susunan yang saat di ini dipakai.
Selain Pancasila, UUD 45 juga mengalami amandemen beberapa kali. Dengan adanya amandemen UUD 45 akhir MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi tapi menjadi lembaga tinggi negara.
Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tungga Ika harus terus digaungkan ke peserta didik khususnya siswa SD, SMP dan SMA agar mereka tidak mudah dipengaruhi ideologi lain yang mengancam keutuhan NKRI.
"Para siswa ini merupakan calon pemimpin masa depan sehingga perlu ditanamkan tentang ideologi Pancasila karena saat ini mereka mudah menyerap ideologi lain dari media sosial," ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, Kepala PGRI Kota Kupang Aplonia Dethan mengatakan guru tentu harus menanamkan sejarah Pancasila sebagai landasan hidup bagaimana berdinamika dalam dunia pendidikan.
Aplonia juga mengapresiasi atas kehadiran rekan rekan guru dalam kegiatan sosialisasi "Mari ikuti kegiatan ini secara baik dan nanti itu silakan ditindaklanjuti di sekolah masing-masing. Karena sekalipun canggih teknologi, ingat bahwa manusia sebagai pelaku utama daripada perubahan zaman," ujar Aplonia.
Untuk diketahui pelibatan guru yang tergabung dalam orgasnisasi PGRI Kota Kupang sudah kali yang kedua dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Senator Abrahan Paul Liyanto yang juga Ketua Dewan Pembinan Yayasan Citra Bina Insan Mandiri yang mewadahi Kampus UCB dan sekolah Kristen Citra Bangsa Kupang.(*)