Sambut Kunjungan Dr. Jusuf Kristianto, Rektor UCB Paparkan Kontribusi Lulusan
Rektor Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Dr. Jusuf Kristianto, MM, MHA, MPH, PhD, bersama rombongan ke kampus UCB Kupang.
Kehadiran Dr. Jusuf Kristianto dan rombongan dalam rangka kuliah umum dan kegiatan sosial di Kampus UCB Kupang pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Frans memandang kehadiran tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus "tugas kenabian" di bidang kesehatan, mengingat arah dan potensi pengembangan institusi UCB sangat berfokus pada sektor kesehatan.
Prof. Frans memaparkan bahwa dari total 1.496 mahasiswa baru di UCB, sebanyak 50 persen di antaranya merupakan mahasiswa di bidang kesehatan. Potensi unggulan ini terus didorong melalui fakultas kedokteran yang baru berjalan satu semester, serta didukung oleh program studi keperawatan dan kebidanan.
Lebih lanjut, Prof. Frans mengungkapkan rekam jejak lulusan UCB yang telah lama berkiprah di kancah internasional. Berawal dari masa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) hingga bertransformasi menjadi universitas, UCB secara konsisten telah mengirimkan tenaga perawat profesional ke sejumlah negara.
"Dari STIKes dulu, kita sudah mengirim perawat kita ke Jepang, ada yang tugas di rumah sakit di Singapura, ada yang bertugas di panti Lansia di Roma Italia, ada yang ke Australia," ujar Prof. Frans.
Baru-baru ini, UCB juga kembali melepas keberangkatan 77 tenaga kesehatan ke berbagai negara tujuan seperti Dubai, Jepang, Eropa, hingga sejumlah negara di Afrika. Bagi UCB, pengiriman tenaga kesehatan ini bukan sekadar mengejar keterampilan (skill), melainkan menjalankan misi kemanusiaan agar para alumni mampu mengabdikan ilmu yang dipelajari di mana pun berada.
Prof. Frans turut menegaskan nilai-nilai dasar yang menjadi roh perjuangan sivitas akademika UCB, yaitu KASIH. Nilai ini dimaknai secara ganda, yakni kasih berdasarkan iman dan agama, serta akronim dari nilai Kreatif, Akhlak, Sinergis, Inovatif, dan Humanis. Nilai-nilai perjuangan ini ditanamkan kepada seluruh alumni dari berbagai program studi agar tidak hanya memiliki wawasan keilmuan yang luas, tetapi juga pembentukan soft skill yang matang.
Prof. Frans berharap kunjungan Dr. Jusuf Kristianto dapat menjadi langkah awal untuk membina hubungan kemitraan yang berkelanjutan. Pihaknya juga berencana meminta secara khusus Dr. Jusuf Kristianto untuk mengisi kuliah tamu bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan kebidanan guna memperkaya wawasan serta dokumentasi
Pola Hidup Sehat
Dr. Jusuf Kristianto, dalam kuliah umum yang mengusung topik "Kiat Sehat Bebas Kanker" menegaskan bahwa sebagian besar kasus kanker sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat, konsumsi gizi seimbang, serta pengelolaan stres yang baik.
Menurutnya, setiap manusia secara alami memiliki zat penanda tumor (cancer marker), namun risikonya akan meningkat jika seseorang gagal menjaga pola makan, pola hidup, dan mengelola stres.
Berdasarkan data yang disampaikan, angka kejadian kanker payudara dan kanker serviks tercatat cukup tinggi dan menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, ia mengupas berbagai aspek penting mulai dari faktor risiko, pemicu akibat gaya hidup modern, hingga langkah preventif yang dapat diterapkan sehari-hari.
"Kanker bukanlah vonis akhir jika kita memahami cara kerja tubuh serta mengenali risiko sejak dini. Pencegahan melalui gaya hidup aktif, menghindari zat karsinogenik, dan pemeriksaan kesehatan berkala adalah kunci utama untuk menekan angka kejadian kanker," tambahnya.
Selain memberikan edukasi medis, Dr. Jusuf juga memotivasi para mahasiswa untuk kelak menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Peran tenaga kesehatan dinilai sangat krusial dalam memberikan edukasi yang benar sekaligus meluruskan berbagai mitos seputar pengobatan kanker.
Bantuan Medis
Dr. Jusuf menyampaikan soal bantuan medis berupa produk suplemen Hepachol produksi PT Pertiwi Agung (Landson) yang diterima selaku pengurus KRIS. Bantuan medis tersebut diperoleh karena kepercayaan atas aksi sosial yang pernah dilakukan sebelumnya di NTT.
"Saya tiga kali ke NTT melakukan penyuluhan di kampung kampung kemudian foto terkait kegiatan disebar ke beberapa grup termasuk KRIS dan akhirnya direspon oleh Direktur Landson PT Pertiwi Agung. Dan akhirnya diberikan bantuan hingga mencapai 3000 paket," kisahnya.
Lanjut Dr. Jusuf, bantuan medis ini akan diserahkan Ketua KRIS NTT, Toni Dima ke Perwanti NTT, disaksikan Rektor UCB Kupang.
Ketua KRIS NTT, Toni Dima menyampaikan bahwa awalnya organisasi KRIS Bernama Kill Covid 19, pasca Covid nama berubah.
Menurut Toni Dima, ada beberapa kegiatan yang didukung oleh KRIS NTT diantara penanganan stunting di TTU selama enam bulan dan menyalurkan bantuan ke korban gempa di Flores.
Lanjut Toni Dima, KRIS Pusat merupakan wadah berkumpulnya para donator dari berbagai perusahaan yang bersedia mendukung pelayanan KRIS.
Oleh karena itu, Toni Dima memohon dukungan agar KRIS bisa terus berkarya untuk Indonesia termasuk NTT.

Deteksi Kanker
Dr. Jusuf selain menggelar kuliah umum, bersama rombongan juga melatih 10 orang dosen (5 dosen dari prodi keperawatan dan 5 orang dosen dari prodi kebidanan) untuk melakukan skrining atau deteksi dini kanker payudara.
Setelah itu, diadakan pemeriksaan gratis dengan peserta baik mahasiswa, dosen, dan staf UCB Kupang, kurang lebih jumlah 70 orang di laboratorium kebidanan Kampus UCB Kupang.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti) NTT, Ani Liyanto, dosen dan mahasiswa UCB Kupang.
Dr Jusuf Kristianto aktif dalam sejumlah organisasi yakni Dewan Pakar Perempuan Indonesia Maju, Direktur Eksekutif Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), Tim Nakes KOWANI, Dewan Penasihat ILUNI UI, Rotary Club Health Service, Ketua P2NK Lemhannas RI, Tim Kesehatan PSMTI & PERWANTI, Tim Kacamata Lions Club, Dosen Universitas Indonesia dan Poltekkes Kemenkes RI, dan Ketua Harian Forum Doktor Kemenkes RI. (*)