Rektor UCB Tutup Pelatihan SMK Go Global, Tegaskan Pentingnya Kesiapan Kompetensi
Rektor Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pelatihan SMK Go Global Batch I yang berlangsung di Aula Lantai IV Kampus UCB Kupang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) / BP3MI NTT dengan Migrant Center UCB Kupang.
Acara penutupan ini turut dihadiri oleh perwakilan KP2MI Restu Dewi Utami S.Psi, M.M melallui zoom, Ketua BP3MI NTT, Suratmi Hamida, S.Sos. beserta jajaran, pimpinan pengelola Migrant Center UCB, para instruktur, serta puluhan peserta pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
Prof Frans menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian P2MI/BP3MI NTT, pengelola Migrant Center, dan para instruktur atas sinergi nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) NTT yang kompeten dan berdaya saing global.
Prof. Frans menegaskan bahwa selesainya program pelatihan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan sebuah titik awal bagi para peserta untuk melangkah lebih jauh. Ia berpesan agar para peserta tidak cepat berpuas diri, mengingat bekerja di luar negeri—khususnya ke Jepang—membutuhkan persiapan yang matang dan komprehensif, baik dari segi keterampilan kerja (skill), penguasaan bahasa, pemahaman budaya, kedisiplinan etos kerja, maupun kesiapan mental.
"Pelatihan ini merupakan langkah awal pengenalan dasar dan peningkatan kapasitas. Peserta harus terus memperdalam kemampuan bahasa, memperbanyak latihan, menguasai kosakata serta huruf Jepang, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian resmi seperti N5 atau N4 sesuai sektor pekerjaan yang dipilih," pesannya.
Lebih lanjut, Prof Frans juga mengingatkan para lulusan pelatihan agar senantiasa berhati-hati dan selektif dalam mencari informasi penempatan kerja ke luar negeri. Ia menekankan pentingnya menempuh jalur resmi dan prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan lembaganya, serta menghindari tawaran keberangkatan instan yang tidak jelas keabsahannya.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan ini, pihak UCB berharap para peserta pelatihan dapat terus didampingi hingga siap menghadapi tahap seleksi kerja internasional, sekaligus membawa nama baik diri sendiri, keluarga, daerah NTT, dan bangsa Indonesia di kancah global.
Perwakilan KP2MI Restu Dewi Utami S.Psi, M.M mengatakan secara umum, kegiatan telah berjalan dengan baik sesuai tahapan hingga mencapai tahap penutupan.
Restu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KP2MI, BP3MI NTT, Migrant Center UCB, instruktur, seluruh peserta, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan selama program berlangsung.
Harapannya, seluruh proses pelatihan yang telah dilalui ini tidak berhenti di sini, melainkan menjadi bekal serta langkah awal bagi para peserta untuk menjadi tenaga kerja Indonesia yang kompeten, disiplin, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Apresiasi Kerjasama
Ketua BP3MI NTT, Suratmi Hamida, S.Sos., mengapresiasi tinggi kerja sama yang terjalin dengan UCB Kupang. Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan SDM asal NTT agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan daya saing di pasar kerja internasional.
Suratmi menekankan bahwa Jepang merupakan salah satu negara tujuan utama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, untuk dapat bekerja di sana secara prosedural, dibutuhkan persiapan yang matang mencakup keterampilan kerja, penguasaan bahasa, pemahaman budaya, hingga kesiapan mental.
"Pelatihan ini baru merupakan langkah awal. Kami mendorong para peserta untuk tidak cepat berpuas diri, tetapi terus belajar, memperbanyak kosakata, mendalami huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji, serta bersiap menghadapi ujian bahasa Jepang seperti N5 dan N4," pesan Suratmi.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk selalu mencari informasi penempatan kerja melalui jalur resmi dan prosedural serta memastikan lembaga pelatihan, proses rekrutmen, dokumen, hingga biaya penempatan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelatihan SMK Go Global Migrant Center UCB Kupang, Dr. Agnes MD Rafael, S.Pd., M.Hum., memaparkan bahwa rangkaian pelatihan ini diawali dengan kegiatan Kick-off pada 25 Agustus 2026. Proses pembelajaran kemudian berlangsung intensif selama 42 hari, mulai dari Kick off hingga 14 Oktober 2026.
Dari 80 peserta yang mendaftar di awal, tercatat sebanyak 77 peserta konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga hari penutupan. Program pelatihan ini membuka dua program kelas utama:
Kelas Bahasa Jepang: Terbagi menjadi Kelas A dan B yang difokuskan pada penguatan kemampuan komunikasi dan persiapan standar N4.
Kelas Bahasa Inggris: Khusus untuk bidang Housekeeping dan Waiters. Untuk kelas ini, peserta telah menyelesaikan pelatihan bahasa dan dijadwalkan melanjutkan ke tahap pelatihan skill lanjutan pada 15–16 November mendatang.
Dr. Agnes juga menyampaikan beberapa dinamika dan evaluasi selama program berlangsung, seperti tantangan perubahan data peserta yang membutuhkan pembaruan administrasi berkala, pentingnya pembelajaran berkelanjutan untuk mencapai target N4, hingga koordinasi medical check-up bagi peserta program Bahasa Inggris yang dipersiapkan berangkat ke Dubai. (*)