Rayakan Dies Natalis ke-13 FKIP UCB; Dekan Ingatkan Sejarah dan Tetapkan Visi Unggul

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) merayakan Dies Natalis ke-13 dalam sebuah perayaan khidmat dan penuh rasa syukur. Momentum bertambahnya usia ini dimaknai bukan sekadar selebrasi, melainkan ruang refleksi, evaluasi, serta penentuan arah strategis FKIP UCB ke depan.

Dekan FKIP UCB, Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum., dalam sambutan perayaan Dies Natalis ke 13 FKIP UCB, Rabu (30/9/2026) malam, menekankan pentingnya mengingat akar sejarah berdirinya fakultas yang berawal dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bina Nusantara (CBN) sejak mendapatkan izin operasional pada 30 September 2013.

​“Dies Natalis ini adalah momentum bagi kita untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang telah kita lalui, melakukan evaluasi, dan menentukan arah ke mana kita akan melangkah. Jangan pernah kita melupakan sejarah, the place where we belong,” ujar Dr. Agnes.

​Secara khusus, Dr. Agnes memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para founding fathers dan founding mothers yang merintis FKIP UCB dari kondisi penuh keterbatasan.

Ia mengulas perjalanan awal berdirinya Program Studi Pendidikan Informatika dan Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2013, yang kemudian disusul oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada tahun 2014.

​Para tokoh perintis yang diapresiasi di antaranya Dr. Maria Sogen, John Enstein, S.Kom., M.Cs. (Wakil Rektor III UCB), Diana Fallo, S.Pd., M.Pd., Dr. Gerlan A. Manu, Yonli Benufinit, S.Pd., M.Pd., Selfiana Dapalawa, S.Pd., M.Pd., Chrismas Afe, S.Pd., M.Pd., Dr. Bernard Mbui, Yulsinite, S.Pd., M.Pd., Roswita Nahak, S.Pd., M.Pd., Febrianus Tanggu, S.Pd., M.Pd., serta Asti Benu, S.Pd., M.Pd.

​Dr. Agnes mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi dan "cinta mula-mula" para pendiri yang berani berjuang dari keterbatasan jumlah mahasiswa di awal berdiri hingga kini berkembang pesat dengan jumlah mahasiswa mencapai ratusan orang.

​Selain mengenang sejarah, Dr. Agnes juga menyoroti pentingnya dorongan prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, hingga ke level provinsi, nasional, bahkan internasional. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Ibu Dr. Lanny I Koroh, S.Pd., M.Hum., atas dedikasi dan semangatnya yang dinilai berhasil menghidupkan berbagai kegiatan kemahasiswaan di lingkungan FKIP UCB dalam tiga tahun terakhir.

​Dr. Agnes mengajak seluruh elemen di FKIP UCB untuk menetapkan visi, misi, dan tujuan yang jelas dan terarah. Mencontoh hasil kunjungannya bersama Wakil Rektor III UCB ke Tiongkok baru-baru ini, ia menekankan pentingnya keberlanjutan sistem dan perencanaan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang yang konsisten.

​"Saat ini dua program studi kita telah mengantongi akreditasi 'Baik Sekali'. Ke depan, target kita adalah membawa ketiga program studi di FKIP UCB meraih akreditasi 'Unggul'. Untuk mewujudkan ini, kita butuh kerja sama, kerja pintar, dan komitmen bersama antara fakultas, program studi, serta mahasiswa," tegasnya.

Totalitas dan Cinta Kasih

Romo Amance Oe Ninu, Pr.  dalam renungan yang dibawakan menekankan pentingnya totalitas dan cinta kasih dalam menuntut ilmu di bangku kuliah.

Ia mengingatkan agar setiap mahasiswa tidak setengah-setengah dalam belajar maupun mengembangkan potensi diri. 

​"Belajar itu adalah sebuah totalitas. Seperti pesan Injil, 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, jiwamu, kekuatan, dan akal budimu.' Cinta dalam belajar untuk masa depan harus utuh, tidak boleh noeh-noeh atau setengah-setengah," ujar Romo Amance. 

​Ia menambahkan bahwa kampus yang baik tidak hanya menyediakan ruang akademik di dalam kelas, tetapi juga memfasilitasi kreativitas, olahraga, seni, dan budaya. Kehadiran ajang FKIP Cup menjadi salah satu bukti bahwa UCB merupakan kampus yang hidup, kreatif, dan progresif di Nusa Tenggara Timur. 

​Lebih lanjut, Romo Amance menggarisbawahi pentingnya membangun semangat persahabatan di lingkungan kampus, sebagaimana nilai-nilai Kristiani yang diajarkan oleh Yesus Kristus. 

​"Seperti Kristus yang menjadi sahabat bagi murid-murid-Nya (Vos amici mei estis), para dosen di sini dipanggil untuk menjadi sahabat bagi mahasiswa, dan mahasiswa pun belajar menjadi sahabat bagi sesamanya. Kita harus unggul tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga unggul dalam cinta, kemanusiaan, dan persahabatan," tegasnya. 

​Ibadah syukur tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III UCB John Enstein, S.Kom., M.Cs., Dekan FKIP Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum., para Wakil Dekan, jajaran dosen, staf, serta ratusan mahasiswa FKIP.

Usai ibadah syukur dan pemotongan kue HUT ke 13 FKIP UCB, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan final dalam rangkaian FKIP Cup 2026. (*)

tags:
Kategori