Peserta Pelatihan CPMI Migrant Center UCB Dialog dengan Menteri Mukhtarudin

UCB-News_Dua orang peserta Program Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari Migrant Center Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang dialog dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melalui zoom meeting saat acara Kick off SMK Go Global, Rabu (26/6/2026).
Acara Kick-off SMK Go Global diselenggarakan di Lantai 4 kampus UCB Kupang dihadiri oleh 80 peserta CPMI KP2MI  UCB Kupang, Rektor UCB , Wakil Rektor, Dewan Pengurus Yayasan CBIM, pimpinan beserta staf BP3MI Provinsi NTT, serta undangan lainnya.
Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah untuk memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.
“SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” ujar Mukhtarudin.
Program SMK Go Global juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Presiden RI dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025 mengenai penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 300.000 peserta ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200.000 lainnya berasal dari pendaftar umum, termasuk lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.
Penyiapan 500.000 CPMI tersebut dilakukan secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.
Menteri Mukhtarudin berharap peserta dapat mengikuti pelatihan secara baik dan menjaga kesehatan sehingga dapat bermanfaat dalam hal meningkatkan kompetensi. 
Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menyatakan kolaborasi dalam program SMK Go Global menjadi bentuk sinergi hulu-hilir yang saling melengkapi untuk mentransformasi PMI menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing.
Pembekalan CPMI dalam program SMK Go Global difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, serta penguatan etos kerja.


Target Gol Penempatan
Sementara itu, Direktur Migrant Center UCB Kupang Jhon Enstein, mengatakan Migrant Center UCB dibentuk pada 6 Agustus 2025 lalu dan merupakan yang kedua di Indonesia. Embrio awal pembentukan Migrant Center UCB karena pihak kementerian melihat sudah ada alumni UCB Kupang yang berkerja di Jepang.
"Kami akan menjaga kepercayaan sebagai penyelenggara pelatihan untuk sukseskan kegiatan dimana Migrant Center UCB memiliki ekosistem yang lengkap untuk menyelenggarakan pelatihan CPMI," ujarnya.
Pihaknya menargetkan semua peserta pelatihan CPMI yang mengikuti pelatihan melalui Migrant Center UCB bisa gol penempatan untu bekerja berdasarkan job order atau permintaan tenaga kerja dari pemberi kerja/mitra di luar negeri..    
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, meminta peserta pelatihan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik untuk meningkatkan kompetensi. "Peluang kerja diluar negeri tidak bisa diraih kalau tidak memiliki skill sesuai yang diminta pihak pemberi kerja," ungkap Suratmi.
Peserta diminta untuk memotifasi diri sendiri untuk merubah diri menjadi lebih baik dan bersemangat untuk memulai serta menjaga etika saat berhadapan dengan pengajar dalam pelatihan. 
Untuk Provinsi NTT, terdapat tiga lembaga pelatihan yang ditunjuk sekaligus menjadi tuan rumah pelaksana program (batch 1)  tahun 2026, yaitu UCB Kupang, Poltekes Negeri Kupang, dan Universitas San Pedro Kupang (*).

tags:
Kategori