Mahasiswi Profesi Bidan UCB; Ikut Orientasi Sebelum Turun Lapangan

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menggelar kegiatan pembekalan dan orientasi bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan angkatan pertama. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke lapangan dalam menjalankan praktik profesi.

Orientasi bagi 27 mahasiswa kebidanan berlangsung di ruang kuliah lantai IV Kampus UCB Kupang, Jumat (2/10/2026).

Rektor UCB Kupang, Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya persiapan diri yang matang bagi seluruh mahasiswa, khususnya di bidang kebidanan, guna menghadapi realitas serta persoalan kesehatan di lapangan.

​Prof. Frans Salesman menyoroti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi yang menjadi perhatian serius hingga saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kehadiran para bidan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kompetensi tinggi untuk menangani berbagai permasalahan kesehatan ibu dan anak (KIA).

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu-isu kesehatan ibu dan anak saat ini erat kaitannya dengan permasalahan gizi, mulai dari kekurangan gizi, malnutrisi, hingga gizi buruk, yang berdampak langsung pada tingginya angka kematian ibu dan bayi.

​"Harapan kita, para mahasiswa ini dapat menjadi problem solver (pemecah masalah) sekaligus agent of change (agen perubahan) untuk menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan ibu dan anak yang ada di lapangan," tegasnya.

​Ketua Program Studi Kebidanan FIKES UCB Kupang, Bdn. Hironima Niyati Fitri, S.ST., M.Keb, menjelaskan bahwa masa orientasi ini sangat penting untuk menyiapkan mental dan kompetensi para mahasiswa selama menjalani rotasi di berbagai stase praktik.

​"Kegiatan ini sebenarnya masa orientasi untuk profesi bidan yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebelum turun ke lapangan. Selama masa profesi ini, mereka akan berada di lapangan dan berotasi dari satu stase ke stase lain sesuai dengan besaran SKS-nya," ujar Hironima.

​Hironima menambahkan, rangkaian kegiatan pembekalan diawali dengan penyampaian materi dari jajaran pimpinan universitas. Rektor UCB membawakan materi terkait budaya akademik, dilanjutkan dengan materi kurikulum oleh Wakil Rektor I, serta pemaparan orientasi praktik profesi oleh Koordinator Program Profesi, Bdn. Yirene Nogasut.

​Selain materi teori dari pimpinan dan dosen Prodi Kebidanan mengenai profesionalisme, para mahasiswa juga akan menjalani pembekalan intensif di laboratorium.

​Pada tahap awal, sebanyak 27 mahasiswa yang seluruhnya merupakan lulusan angkatan pertama UCB ini akan memasuki stase Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan (KDPK) sebagai stase prasyarat.

​"Praktik lapangan akan berlangsung hingga bulan Februari mendatang. Untuk stase pertama KDPK, mahasiswa akan menjalani praktik selama tiga minggu, kemudian kembali ke kampus untuk mengikuti ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Setelah dinyatakan lulus OSCE, barulah mereka dapat melanjutkan ke stase berikutnya," terangnya.

​Lebih lanjut, Hironima memaparkan bahwa program Pendidikan Profesi Bidan ini ditempuh selama dua semester dengan total beban 36 SKS (20 SKS di semester pertama dan 16 SKS di semester kedua). Setelah menyelesaikan seluruh SKS dan praktik lapangan, para mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi Ujian Kompetensi Nasional (Ukomnas) pada tahun depan.

​"Tujuan akhir pembekalan ini adalah agar mahasiswa benar-benar siap dan menjunjung tinggi profesionalisme serta kode etik kebidanan saat berada di lapangan. Setelah menyelesaikan seluruh SKS dan lulus Ukomnas hingga dinyatakan kompeten, barulah mereka dapat mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) untuk bekerja," pungkasnya. (*)

Kategori