Mahasiswa Profesi Ners UCB Jalani Pelatihan BTCLS 2026
Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi mahasiswa program profesi Ners .
Hal ini disampaikan panitia kegiatan Pelatihan BTCLS Ns. Istha Leani Muskananfola di Kampus UCB Kupang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini bertujuan untuk membekali calon tenaga kesehatan dengan pemahaman dan keterampilan kegawatdaruratan sebelum diterjunkan ke dunia kerja.
Ns. Istha menjelaskan bahwa pelatihan BTCLS ini diikuti oleh 78 mahasiswa profesi Ners yang telah menyelesaikan jenjang Sarjana Keperawatan. Pelatihan ini diselenggarakan dalam bentuk kombinasi teori dan praktik (blended learning).
"Kegiatannya berlangsung selama lima hari. Pada hari Senin dan Selasa, mahasiswa menerima materi secara online. Kemudian dilanjutkan pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat berupa praktikum langsung di laboratorium," ujar Ns. Ista.
Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan landasan keterampilan serta penanganan cepat pada situasi kritis, khususnya pada kasus pertolongan henti jantung maupun penanganan kasus trauma tingkat dasar.
"Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan bagi calon lulusan profesi Ners agar mereka siap melakukan pertolongan pada kasus henti jantung maupun trauma secara basic saat bekerja nanti," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, UCB Kupang berkolaborasi dengan para instruktur dan pembicara lintas instansi. Selain melibatkan dosen dari internal kampus UCB Kupang seperti Ns. Lisa, Ns. Ista, Ns. Okta, Ns. Aris, dan Ns. Ati. Kegiatan ini juga menghadirkan instruktur dari pihak eksternal.
Beberapa instruktur luar yang turut membagikan keahliannya antara lain Ns. Hana dari RSUD S. K. Lerik Kupang, Petrus Laba dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, serta Ns. Gregorius dari Basarnas Kupang.
Mata kuliah BTCLS ini diharapkan menjadi sarana krusial untuk mencetak lulusan perawat yang kompeten, responsif, dan siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan darurat di masyarakat. (*)