Mahasiswa KKN Fakultas Teknik UCB Jadi Problem Solver
UCB News_ Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Teknik Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang diminta menjadi problem solver (pemecah masalah atau penemu solusi) bukan trouble maker (sumber masalah) saat melaksanakan KKN di Kecamatan Kupang Barat.
Demikian sari pendapat yang disampaikan
Wakil Rektor II UCB Kupang Yoseph Liem, S.T, M.Ars dan Dekan Fakultas Teknik UCB. Dr. Ir. Andreas W. Koreh, MT, IPM, Asean Eng. saat melepas 116 mahasiswa peserta KKN di Kampus UCB Kupang, Rabu 20/8/2026).
Menurut Yoseph Liem, di mata masyarakat, mahasiswa di pandang memiliki kemampuan analitik, karenanya saat melaksanakan KKN dituntut untuk bisa mencari solusi atas persoalan yang ada di masyarakat. "Harus jadi problem solver. Ketika temukan masalah harus dicarikan solusi," ujar Liem.
Liem mengingatkan, dalam pelaksanaan KKN di lapangan jangan sampai muncul ego dari masing-masing peserta.
Menurut Liem, peserta KKN diupayakan agar bisa berpartisipasi dalam mencari solusi atas persoalan yang ditemui di masyarakat.
Selain itu, Liem meminta agar peserta KKN bisa menggali topik persoalan yang ada di masyarakat untuk dijadikan bahan penelitian dalam menyelesaikan studi nantinya.
Diharapkan Liem, kegiatan KKN bisa berjalan dengan baik hingga selesai dan peserta bisa kembali untuk melanjutkan studi di kampus.
Dekan Fakultas Teknik UCB Andreas Koreh mengatakan, apa yang sudah dipelajari di kampus harus diwujudkan nyatakan saat KKN di lapangan.
Dan setelah selesai KKN harus ada laporan yang dibuat tapi bukan sekadar laporan. "Laporan yang dibuat harus nyata kerja yang ada di lapangan," ujar Andreas.
Lanjut Andreas, peserta KKN harus mencari persoalan yang dihadapi masyarakat untuk dicarikan solusi. "Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan persoalan bukan menjadi sumber masalah," ujarnya.
Andreas juga meminta peserta KKN jaga kesehatan dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan sesama peserta KKN. "Jaga nama baik kampus dan berikan kontribusi yang baik bagi masyarakat bukan masalah," tegasnya.
Terpisah, Camat Kupang Barat, Villy Nakamnanu saat menerima peserta KKN berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater dan keluarga.
"Jika ada persoalan saat KKN harus segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan," imbau Villy.
Villy mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UCB yang sudah memilih Kupang Barat sebagai lokasi KKN.
"Selamat bergabung dengan Pemerintah Kecamatan Kupang Barat. Semoga berhasil dan diharapkan kerjasama ini tetap terjalin kedepan," paparnya.
Pelaksaan KKN Fakultas Teknik UCB Kupang berlangsung selama satu bulan terhitung mulai 20 Agustus hingga 20 September 2026.
Total peserta KKN 116 mahasiswa terdiri dari mahasiswa prodi arsitektur 13 orang, teknik sipil 35 orang dan teknik informatika 68 orang.
116 peserta KKN dibagi dalam tujuh kelompok yang ditempatkan pada kantor camat Kupang Barat, Desa Manulai 1, Oematnunu, Kuenheun, Lifuleo, Bolok, dan Desa Nitneo. (*)