FKIP UCB Gelar Bagosip Akademik Sesi II Bahas Profil Lulusan dan CPL

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menggelar Bagosip Akademik sesi II, Jumat (9/10/2026).

Tujuan dari gelaran Bagosip Akademik yakni dari muncul ide menuju muncul aksi.

Adapun topik sesi II gelaran Bagosip Akademik yang dibahas jajaran Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi,Sekprodi dan para Dosen FKIP UCB Kupang ini terkait dengan profil lulusan dan CPL.

Demikian dibenarkan Dosen FKIP UCB Kupang, Roswita L. Nahak, S.Pd, M.Pd yang dihubungi kemarin.

Menurut Roswita ada beberapa point pembahasan terkait dengan penyusunan profil kelulusan dan CPL antara lain penyusunan kurikulum dan profil lulusan, keterkaitan CPL dan mata kuliah, karakteristik prodi dan evaluasi kurikulum, bobot SKS dan CPL, penyusunan organisasi mata kuliah, dan terakhir keterlibatan dan komitmen tim.

Untuk poin Penyusunan Kurikulum dan Profil Lulusan.

Pembahasan mengenai pentingnya menghubungkan kurikulum inti dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi agar berlaku universal untuk semua program studi.

​Profil lulusan perlu dirumuskan dengan matang melalui pendekatan analisis kebutuhan dunia kerja, pelacakan alumni, benchmarking program studi sejenis, serta mempertimbangkan arah strategis institusi.

Berikutnya poin ​Keterkaitan CPL dan Mata Kuliah.

Pembahasan mengenai ​hubungan antara profil lulusan dan CPL bersifat tidak kaku satu-banding-satu, melainkan satu profil lulusan dapat didukung oleh beberapa CPL (minimal satu CPL mendukung lebih dari satu profil lulusan).

​Pentingnya melakukan Focus Group Discussion (FGD) atau lokakarya kurikulum dengan melibatkan pemangku kepentingan, seperti asosiasi profesi, rumah sakit, dunia industri, dan pengguna lulusan lainnya.

​Untuk poin Karakteristik Prodi dan Evaluasi Kurikulum.

​Perlunya penyesuaian matriks pemobotan kontribusi mata kuliah terhadap CPL berdasarkan masukan dari asosiasi dan kebutuhan riil di lapangan (misalnya bidang kesehatan, pendidikan, maupun sektor non-kependidikan).

​Evaluasi dan revitalisasi kurikulum secara berkala sangat diperlukan agar CPL tetap relevan dengan dinamika dunia kerja nasional maupun internasional.

Sementara itu, untuk poin Bobot SKS dan CPL.

​Pembahasan mengenai apakah mata kuliah yang mencentang lebih banyak CPL akan memiliki bobot SKS yang lebih besar dibandingkan yang hanya mencentang dua.

​Penentuan bobot SKS dan mata kuliah disarankan untuk dikoordinasikan langsung merujuk pada ketentuan asosiasi program studi sejenis.

Lanjut Roswita untuk poin ​Penyusunan Organisasi Mata Kuliah.

​Penyusunan organisasi mata kuliah dari semester 1 sampai semester 6 memerlukan pengkajian ulang agar selaras dengan profil lulusan dan CPL.

​Terdapat penekanan bahwa CPL tertentu harus dapat menjawab profil lulusan yang telah ditetapkan melalui penelusuran kebutuhan dunia kerja dan tracer study.

Yang terakhir poin ​Keterlibatan dan Komitmen Tim.

​Pentingnya kedisiplinan dan kehadiran seluruh anggota tim pengembang kurikulum dalam setiap kegiatan FGD maupun lokakarya penyusunan kurikulum.

​Perlunya penyamaan persepsi antar program studi agar dokumen kurikulum yang dihasilkan terintegrasi dengan baik. (*)

tags:
Kategori