FIKes UCB Gelar Capping Day, Peserta Diminta Jaga Nama Almamater
Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang melalui Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan menggelar Capping Day bertempat di Millenium Ballroom, Kamis (29/10/2026).
Capping Day diikuti sebanyak 305 mahasiswa yang terdiri dari 298 mahasiswa (45 laki-laki dan 253 perempuan) Angkatan XVII dan tujuh peserta dari Angkatan XVI.
Dalam sambutannya mewakili Rektor UCB Kupang, Dekan FIKes, Ns. Sakti Oktaria Batubara, S.Kep., M.Kep., Ph.D mengingatkan mahasiswa semester 5 Angkatan 17 yang telah resmi dikukuhkan untuk menjaga nama baik almamater (UCB) saat berada di rumah sakit.
Oktaria menekankan agar mahasiswa tidak membawa masalah pribadi ke ruang praktik, serta fokus memenuhi kebutuhan dasar pasien.
Oktaria meminta mahasiswa memanfaatkan waktu dinas dengan benar (dinas pagi/sore selama 7 jam atau dinas malam selama 10 jam) untuk mengasah keterampilan klinis, komunikasi, serta soft skills.
Oktaria mengingatkan kebiasaan mahasiswa di lapangan yang terkadang hanya menyalin catatan dokter tanpa melakukan pemeriksaan langsung seperti mendengar bunyi jantung atau paru pasien secara nyata.
Oktaria meminta mahasiswa untuk menjaga sikap, kebersihan, dan kerapian atribut pakaian dimana baju putih harus tetap putih dan tidak kotor atau berbau.
Mengakhiri sambutannya, Oktaria menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan universitas, LPM/LP3M, dekan, dosen, laboran, dan seluruh tenaga kependidikan.
Hati-hati Bermedsos
Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Profesi Ners, Ns. Yohanes Dion, S.Kep., M.Kes menyebutkan bahwa Capping Day bukan sekadar seremoni pemasangan Cap, melainkan simbol dari integritas, tanggung jawab, profesionalisme, dan pengabdian sebagai calon perawat profesional.
Yohanes mengingatkan mahasiswa agar bijak dan berhati-hati dalam menggunakan gawai serta media sosial seperti Facebook, WhatsApp, TikTok, dan Instagram.
Menurut Yohanes menaambahka, setiap unggahan, komentar, foto, maupun video harus mencerminkan karakter dan tanggung jawab seorang perawat.
Karenanya dilarang keras menyebarkan foto, video, identitas, atau informasi pasien maupun pembimbing tanpa izin, serta dilarang melakukan live streaming yang menceritakan kondisi pasien.
Lanjut Yohanes, mahasiswa yang menampilkan sisi negatif di media sosial yang membawa simbol UCB akan dipanggil untuk diberi pembinaan.

Yohanes mengingatkan mahasiswa untuk tidak melakukan plagiarisme atau menggunakan ChatGPT (AI) untuk mengarang kasus laporan praktik klinik. ChatGPT (AI) boleh digunakan sebagai media belajar, tetapi dilarang dipakai untuk mengarang kasus fiktif.
Oleh karena itu, dosen pengampu diminta untuk mengawal ketat mahasiswa bimbingannya.
Masih menurut Yohanes, profesionalisme perawat tercermin tidak hanya saat melayani pasien, tetapi juga dalam perilaku di ruang digital atau publik.
Ketua Panitia, Dominggus Mete, menjelaskan bahwa Capping Day merupakan tahapan krusial yang menandakan kesiapan mahasiswa untuk terjun langsung ke lahan pelayanan kesehatan. Melalui Capping Daya, mahasiswa diharapkan mampu memahami tanggung jawab, etika profesi, serta menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan keperawatan yang profesional.
Adapun tujuan utama dari pelaksanaan Capping Day yakni menunjukkan kesiapan mahasiswa keperawatan untuk memasuki tahap praktik klinik, menanamkan nilai-nilai profesionalisme dan etika dalam menjalankan profesi keperawatan, memotivasi mahasiswa agar senantiasa menjalankan praktik dengan penuh tanggung jawab.
Dominggus mengapresiasi kepada seluruh dosen dan pembimbing atas motivasi dan bimbingan yang diberikan dalam membentuk karakter serta keterampilan calon perawat profesional. Dengan dilaksanakannya Capping Day, civitas akademika FIKES UCB menaruh harapan besar agar para mahasiswa dapat menyerap ilmu dengan baik dan menjadi tenaga kesehatan yang dapat diandalkan di masa depan.
Prosesi Capping Day ditandai dengan penyematan Cap dan pemasangan nametag kepada dua perwakilan mahasiswa oleh Kaprodi dan Sekprodi Profesi Ners. Selanjutnya diadakan, penyalaan lilin oleh seluruh peserta Capping Day.
Acara Capping Day diakhiri dengan foto bersama dan pergelaran seni budaya dari masing-masing kelas.(*)
