Dilema UAS dan Mimpi, Arny Sasi Sabet Juara Dua Lomba Storytelling ADIRA Finance dan Bawa Pulang Trofi ke Prodi PBI UCB
UCB.AC.ID—Seulas senyum sumringah terpancar dari wajah Anna Maria Etha Sasi kala ucapan selamat berdatangan dari para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Citra Bangsa (Prodi PBI UCB) Kupang. Siang itu, di ruang FKIP UCB, Senin (21/7/3036), apresiasi demi apresiasi mengalir untuk mahasiswi yang karib disapa Arny Sasi. Di balik senyumannya, tersimpan kisah tentang keberanian dan kecerdasan dalam memanfaatkan kesempatan di tengah padatnya jadwal ujian akhir semester (UAS).
Setelah sebelumnya berhasil meraih juara IV pada ajang Pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT), Arny kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ia sukses meraih juara II dalam lomba storytelling yang diselenggarakan oleh ADIRA Finance pada rangkaian Adira Expo Kupang 2026 di Lippo Plaza Kupang, 17–19 Juli 2026. Prestasi itu tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga pencapaian institusional, yakni mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris serta kampus UCB.
Perjalanan menuju panggung perlombaan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Jadwal lomba bertepatan dengan pelaksanaan UAS, membuat Arny sempat mengurungkan niat untuk berpartisipasi.
"Saya kesulitan membagi waktu antara mengikuti lomba dan UAS karena jadwalnya bersamaan. Namun, tiga hari sebelum lomba berlangsung, pihak penyelenggara menghubungi saya dan memberikan kesempatan untuk ikut. Kepercayaan itu menjadi dorongan besar bagi saya untuk berani mencoba," tutur Arny saat ditemui di Ruang FKIP UCB, Senin (20/7/2026).
Kesempatan yang datang di saat-saat terakhir itu tidak disia-siakannya. Dengan persiapan yang terbatas, Arny memberanikan diri tampil di hadapan para juri dan peserta lainnya.
"Dari situlah lahir keberanian untuk mencoba. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan, puji Tuhan, akhirnya saya berhasil meraih juara dua," ujarnya penuh syukur.
Dalam perlombaan tersebut, Arny membawakan cerita berjudul Ikun's Dream in Small Village, sebuah adaptasi dari cerita lokal Seruling's Girls asal Kabupaten Malaka, NTT. Kisah itu mengangkat perjalanan seorang gadis yang tumbuh di tengah keraguan orang-orang di sekitarnya.
Berbekal mimpi dan ditemani seorang nenek tua serta alunan seruling, tokoh utama berpetualang menjelajahi Flobamora (NTT, red-) hingga akhirnya menemukan keberanian untuk percaya pada dirinya sendiri.
Bagi Arny, cerita itu bukan sekadar dongeng. Ia ingin menunjukkan bahwa kisah-kisah lokal memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan tentang harapan, perjuangan, dan keberanian sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada khalayak yang lebih luas.
"Saya sengaja mengangkat cerita lokal asal Malaka untuk mempromosikan kekayaan budaya dan kearifan lokal. Saya bersyukur, pilihan itu turut mengantarkan saya meraih juara dua," kata gadis yang juga pernah bersama rekan-rekannya meraih juara dua lomba Debat Bahasa Inggris yang diselenggarakan Politeknik Negeri Kupang (PNK) setahun silam.
Lebih dari sekadar membawa pulang trofi, pengalaman mengikuti lomba storytelling memberikan pelajaran berharga bagi Arny. Baginya, kompetisi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum serempak membangun rasa percaya diri.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan yang datang.
"Saya berharap teman-teman tidak mudah menyerah, tetap percaya pada diri sendiri, dan terus mengejar mimpi. Seberat apa pun tantangan yang dihadapi, pasti bisa dilewati. Mengikuti lomba bukan semata soal menang atau kalah, tetapi tentang keberanian untuk berpartisipasi. Dari sanalah kita mendapatkan pengalaman baru dan pelajaran berharga untuk terus berkembang," ungkap gadis asal Pulau Timor ini.
Prestasi Arny pun disambut hangat oleh keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UCB. Di sela-sela wawancara, sejumlah dosen menghampirinya untuk menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas semangatnya mengikuti berbagai kompetisi. Mereka adalah Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum., Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M.Hum., Selfiana T.M. Ndapa Lawa, S.Pd., M.Pd., serta Viktorius P. Feka.
Momen kebersamaan itu kemudian diabadikan dalam sebuah foto, menjadi penutup manis dari kisah perjuangan seorang mahasiswa yang membuktikan bahwa kesempatan, sekecil apa pun, dapat menjadi awal lahirnya sebuah prestasi.