Ginjal Air dan Cuci Darah (Refleksi Hari Ginjal Sedunia)

Sakti Oktaria Batubara, S.Kep., Ns., M.Kep (Penulis adalah dosen prodi Ners Universitas Citra Bangsa dan saat ini sedang menenmpuh program doctor di School of Nursing, Kaohsiung Medical University, Taiwan.)

Kasus cuci darah/ Hemodialisis semakin meningkat setiap tahunnya. Rumah sakit di Kota Kupang cukup kewalahan menangani hal ini, apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Apalagi penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit penyerta pemicu meninggalnya orang dengan Covid-19. Agar dapat terhindar dari penyakit yang satu ini, berikut akan disajikan secara lengkap terkait ginjal.

Setiap minggu kedua bulan Maret diperingati sebagai “hari ginjal sedunia/world kidney day”. Pada tahun 2021 ini, peringatan hari ginjal sedunia jatuh pada tanggal 11 Maret. Adapun tema hari ginjal sedunia tahun ini adalah “Kesehatan ginjal bagi semua orang dan dimana saja: hidup sehat dengan penyakit ginjal”. Kampanye kesehatan ginjal di seluruh dunia dalam tahun ini difokuskan untuk meningkatkan partisipasi dalam berbagai aktifitas yang berarti bagi penderita penyakit ginjal. Sedangkan bagi mereka yang dalam kondisi ginjal yang sehat, diharapkan melakukan langkah-langkah efektif untuk mencegah penyakit ginjal. Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan semua orang lebih memperhatikan Kesehatan ginjal mereka masing-masing.

Organisasi Kesehatan dunia, WHO pada tahun 2017 menyebutkan bahwa penyakit ginjal kronis telah menyumbangkan kematian sebanyak 1,2 juta di seluruh dunia dan penyakit ini merupakan penyebab kedua belas kematian di dunia. Dua kondisi atau penyakit teratas sebagai penyebab penyakit ginjal kronis adalah akibat komplikasi dari hipertensi dan diabetes mellitus (DM). Sedangkan penyebab yang akan beresiko menyebabkan penyakit ginjal kronis adalah penyait jantung, kegemukan, riwayat keluarga yang memiliki penyakit gagal ginjal kronis, Riwayat pernah mengalami gangguan pada ginjal dan usia tua. Mengingat jumlah penderita hipertensi dalam survey kesehatan dasar pada tahun 2018 masih cukup tinggi yaitu 34,11% dan penderita DM sebesar 8.5% maka di masa yang akan datang, jumlah penderita gagal ginjal kronis juga kemungkinan masih akan meningkat, terutama apabila tidak ada upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah perburukan kondisi ginjal.

Ginjal adalah organ dalam tubuh yang dalam 24 jam sehari berfungsi menjaga tubuh tetap sehat dengan menyaring zat racun dan kelebihan cairan serta mengatur tekanan darah. Selain itu ginjal juga turut berperan dalam memproduksi vitamin D yang penting bagi tulang, juga menghasilkan suatu hormone yang disebut eritropoetin dan berfungsi untuk  menstimulasi produksi sel darah merah. Apabila ginjal mengalami kerusakan kronis, ia tidak dapat pulih kembali, sehingga fungsinya perlu diambil alih oleh suatu tindakan yang disebut terapi pengganti fungsi ginjal. Terapi pengganti fungsi ginjal ada dua yaitu dialisis atau banyak orang menyebut cuci darah, meskipun istilah yang tepat adalah dialisis dan transplantasi. Dialisis sendiri ada dua macam yaitu hemodialisis dan peritoneal dialisis. Hemodialisis adalah tindakan membersihkan darah dari zat toxin dan kelebihan cairan menggunakan ginjal buatan dan mesin. Sedangkan peritoneal dialisis menggunakan lapisan perut yang disebut perineum untuk menyaring darah dan kelebihan cairan. Sejauh yang penulis ketahui, kedua jenis dialisis ini ada di RSUD Prof. Dr W.J Johannes Kupang. Mana yang lebih efektif bagi seseorang? Tentu perlu pemeriksaaan yang komprehensif dari dokter. Adapun untuk tindakan transplantasi, sejauh ini ini bekum ada di Nusa tenggara Timur

Tiada seorangpun yang ingin menjalani hemodialisis atau peritoneal dialisis seumur hidup. Karena itu penting untuk memastikan ginjal kita sehat. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain, pertama memastikan kondisi Kesehatan ginjal dengan melakukan check up kesehatan. Hal ini terutama bagi mereka yang sangat beresiko mengalami kegagalan ginjal seperti penderita hipertensi, DM, obesitas atau kegemukan, cholesterol tinggi, perokok dan mereka yang rutin menggunakan obat penahan nyeri dan rutin mengkonsumsi garam dengan dosis besar. Para ahli di bidang ginjal di Amerika Serikat menyarankan bahwa mereka yang menderita penyakit DM minimal perlu melakukan check up sekali setahun. Namun ini tergantung dari hasil pemeriksaan dokter anda. Untuk itu perlu kontrol rutin di fasilitas kesehatan dan mendengar anjuran dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang memeriksa anda. Kedua, melakukan berbagai upaya-upaya pencegahan kerusakan ginjal seperti mempertahankan kondisi tekanan darah di bawah 140/90 mmHg atau sesuai anjuran dokter anda, mempertahankan kadar gula darah dan kolesterol sesuai target yang diminta dokter anda, beraktifitas fisik, mengurangi konsumsi makanan dengan garam yang tinggi, berhenti merokok dan perbanyak makan buah-buahan dan sayuran.

Tindakan ketiga yang dapat dilakukan dalam mempertahankan kesehatan ginjal adalah “bijak dalam mengkonsumsi air minum”. Bijak dalam mengkonsumsi air minum berarti minum air sesuai takarannya untuk diri sendiri. Suatu kesalahan konsepsi yang sering terjadi adalah bahwa setiap orang harus minum 8 gelas air per hari, padahal kondisi setiap orang berbeda-beda. Berapa banyak air yang diperlukan oleh seseorang sangat tergantung dari usia, iklim, latihan fisik, kondisi hamil atau tidak, menyusui dan sedang sakit (beberapa contoh seperti demam, dehidrasi atau kekurangan cairan, penyakit jantung, diare). Secara umum, sebuah organisasi penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa diperkirakan seorang laki-laki dewasa membutuhan sekitar 2,2 liter atau 9 gelas air minum tiap hari, sedangkan seorang wanita dewasa membutuhkan 3 liter atau 13 gelas air minum tiap hari. Perlu dipahami bahwa 60-70 % berat tubuh manusia terdiri dari air dan setiap bagian dari tubuh manusia membutuhkan air untuk dapat berfungsi dengan baik. Air akan membantu ginjal menyaring zat racun dari darah dan membuangnya dalam air kencing/urine. Air juga akan membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga darah dapat mengalir dengan bebas ke ginjal,  dan dapat mengirimkan nutrisi penting ke ginjal. Apabila seseorang mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, maka pengiriman nutrisi ke ginjal ini akan sulit untuk bekerja. Dehidrasi ringan akan membuat seserang mudah lelah dan dapat mengganggu fugsi normak tubuh. Sedangkan dehidrasi parah dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Dengan demikian penting untuk minum cukup saat seseorang bekerja atau berolahraga berat serta dalam cuaca hangat dan lembab

Apakah semua kondisi yang menganggu ginjal akan menyebabkan ginjal rusak permanen? Ada kondisi yang disebut penyakit ginjal akut yang diartikan sebagai hilangnya fungsi ginjal dalam rentang 7 hingga 90 hari setelah terpapar kejadian awal cedera ginjal yang tiba-tiba. Dalam kondisi gagal ginjal akut, seringkali fungsi ginjal dapat kembali normal apabila ditangani sesegera mungkin. Beberapa kondisi yang sering kita temui yang dapat menyebabkan penyakit ginjal akut seperti luka bakar, dehidrasi berat, perdarahan, dan tertusuk benda tajam yang menyebabkan perdarahan hebat. Dalam kondisi diatas, akan terjadi penurunan aliran darah sebagai akibat dari penurunan tekanan darah yang akan mengganggu kerja ginjal. Apabila seseorang mengalami kondisi ini, maka harus segera di bawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.

Berdasarkan hasil observasi penulis dalam berbagai kesempatan mendampingi mahasiwa praktik di beberapa RS di kota Kupang didampingi Instruktur dari rs atau perawat senior, seringkali pasien yang mengalami penyakit ginjal, menolak tindakan dialisis yang diminta dokter yang menanganinya. Alasan yang sering muncul adalah karena akan diobati dengan obat kampung. Apakah obat kampung dapat mengembalikan fungsi ginjal? Prinsip terapi yang diberikan pada pasien haruslah sudah melakukan serangkaian pengujian ketat dengan langkah-langkah ilmiah yang diyakini kebenarannya dan terbukti aman dan memberi efek positif atau menyembuhkan. Namun demikian, keputusan pasien yang menyakini obat kampung dapat menyembuhkan ginjalnya harus dihargai tetapi tetap menjelaskan fakta yang ada.

Tulisan ini telah tayang di Pos Kupang (14/03/2021)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − five =