Perawat di NTT dituntut lebih berinovasi

Dr Linlin Lindayani sedang memberikan penjelasan kepada perawat dan mahasiswa yang mengikuti seminar tentang EBP dalam keperawatan di Kupang, Sabtu (1/2/2020
(ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) – Para perawat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntut untuk lebih banyak berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada para pasien, sehingga tidak terkesan monoton.

“Ini kendala terberat yang kita hadapi saat ini, karena perawat hanya melakukan apa yang sudah menjadi rutinitas mereka,” kata Dr Linlin Lindayani saat menjadi pembicara dalam Pelatihan dan Seminar Evidance Based Practice (EBP) yang digelar oleh Program Studi (Prodi) Ners Universitas Cita Bangsa (UCB) di Kupang, Sabtu (1/2).

Metode perawatan yang sesuai dengan rutinitas membuat para perawat bingung ketika menemukan masalah baru di lapangan, dan lebih memilih menyerah begitu saja.

Oleh karena itu, literasi soal EBP harus ditingkatkan sehingga mampu melatih perawat-perawat di rumah sakit bisa lebih banyak berinovasi.

Apalagi saat ini, tambah dia semakin moderen. Pasien-pasien lebih mudah mendapatkan akses kesehatan melalui internet dibandingkan harus berkonsultasi.

Dr. Linlin Lindayani (kanan) sedang memberikan penjelasan kepada perawat dan mahasiswa yang mengikuti seminar tentang EBP dalam keperawatan di Kupang, Sabtu (1/2/2020).
(ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

“Orang sakit saja, kalau mau cari informasi bisa lewat google atau sejenisnya, oleh karena itu perawat juga harus lebih banyak berkreasi dan lebih banyak meningkatkan ilmu dalam hal literasi EBP sehingga lebih berguna,” jelas dia.

Penerapan EBP, katanya, sangat berguna bagi perawat mengingat hal tersebut demi peningkatan pelayanan kepada pasien.

Ia pun mengusulkan agar sejumlah rumah sakit atau kampus di NTT bisa mulai mempunyai kelompok untuk membahas soal EBP itu.

“Kalau di daerah lain, justru ada beberapa orang di RS yang membentuk kelompok untuk membahas soal EBP sesuai dengan kejadian yang ditemukan saat dilakukan perawatan kepada pasien,” terang dia.

Rektor Universitas Citra Bangsa Dr. Jeffrey Jap mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi prodi ners yang sudah menggelar kegiatan tersebut.

Menurut dia UCB merupakan universitas pertama di NTT yang mengelar kegiatan tersebut sebab belum ada universitas atau intansi lain di NTT yang menggelar hal tersebut.


Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber : ANTARA NTT

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + ten =